1.APA itu nyamuk?
Hampir semua orang tua yang mempunyai anak balita, terlebih bayi, pasti menginginkan rumahnya terbebas dari nyamuk. Sayangnya, tamu tak diundang ini tidak siang maupun malam selalu saja berkunjung ke rumah kita. Terlebih bila di rumah banyak terdapat pepohonan rimbun dan tempat air tergenang.
Menurut Soeroto Atmosoedjono, analisis bakteriologi lulusan Eijkman Institute, yang telah bergelut meneliti nyamuk lebih dari 60 tahun. “Nyamuk mengisap darah orang atau binatang untuk kelangsungan hidupnya. Selain untuk makan, bagi yang betina juga untuk dapat memproduksi telur. Oleh karena itu nyamuk betina mencari makan dengan cara menggigit, sementara nyamuk pejantan bisa mendapatkan zat-zat makanan dari alam, semisal dari sari-sari bunga.”
Menurut peneliti yang pernah mendapat beberapa penghargaan dari dalam dan luar negeri ini, 2-3 hari setelah menggigit, nyamuk akan bertelur. Lalu beberapa hari kemudian telur-telur itu akan menetas di air menjadi jentik-jentik halus. Dari jentik lalu berkembang menjadi kepompong, sampai akhirnya
2.apa itu lalat?
Musim hujan telah datang, bersamaan itu pula populasi lalat semakin meningkat. Di mana-mana, dimana ada makanan di situ pasti ada lalat mengerubungi. Sayangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan higienitas masih saja kurang. Masih banyak kita temui pedagang yang sengaja menjajakan makanan dalam keadaan terbuka lebar, membiarkan lalat mengerubungi dagangannya. Ada juga pedagang yang memasang obat nyamuk diantara gundukan kue-kuenya untuk mengusir lalat (apakah tidak terpikir bhwa racun dari obat nyamuk dapat mencemari makanan). Parahnya, para pembeli pun tampak cuek saja membeli makanan-makanan tersebut dan tidak merasa terganggu dengan kerumunan lalat yang sudah menjejakkan kakinya yang kotor dan meletakkan ”telur-telur”nya di atas makanan tersebut. Seandainya mereka mengenal betapa joroknya kehidupan si lalat, tentulah mereka sudah membuang makanan-makanan itu. Yuk mengenal lebih dekat tentang lalat, dan mari kita ceraikan mereka dari makanan kita…
3.apa itu semut?
Tahap pertumbuhan semut dimulai dari telur menjadi larva, pupa, kemudian semut dewasa. Seperti pada serangga-serangga predator yang telah disebutkan pada Bagian 1, bentuk larva semut (semut muda) sangat berbeda dengan semut dewasa atau induknya. Larvanya mempunyai kulit yang halus, putih seperti susu, tidak berkaki dan tidak bersayap.
Ratu semut meletakkan telur di dalam sarangnya. Telur itu sangat kecil dan berbentuk elips, berukuran kira-kira 0.5 mm x 1 mm. Telur menetas menjadi larva yang berukuran 5-10 kali lebih besar.
Bentuk larva dan telur sangat mirip, yaitu menyerupai ulat. Telur dan larva hanya dapat dibedakan dengan kaca pembesar. Pada larva sudah terbentuk mata dan mulut sedangkan pada telur kedua organ itu belum ada. Larva calon ratu berkembang dengan baik karena diberi makan secara khusus dan rutin oleh semut pekerja yang berukuran lebih kecil. Selama masa pertumbuhannya, larva mengalami beberapa kali ganti kulit, seperti ular. Setelah beberapa kali ganti kulit, maka larva berkembang menjadi pupa. Pupa menyerupai semut dewasa karena sudah mempunyai kaki, mata, mulut dan sayap1, tetapi warnanya masih putih dan tidak aktif . Selanjutnya, pupa akan menjadi semut dewasa yang berubah warna sesuai dengan kastanya.
pernah liat telur semut? banyak gk? buset deh....gk kehitung deh...
Hampir semua orang tua yang mempunyai anak balita, terlebih bayi, pasti menginginkan rumahnya terbebas dari nyamuk. Sayangnya, tamu tak diundang ini tidak siang maupun malam selalu saja berkunjung ke rumah kita. Terlebih bila di rumah banyak terdapat pepohonan rimbun dan tempat air tergenang.
Menurut Soeroto Atmosoedjono, analisis bakteriologi lulusan Eijkman Institute, yang telah bergelut meneliti nyamuk lebih dari 60 tahun. “Nyamuk mengisap darah orang atau binatang untuk kelangsungan hidupnya. Selain untuk makan, bagi yang betina juga untuk dapat memproduksi telur. Oleh karena itu nyamuk betina mencari makan dengan cara menggigit, sementara nyamuk pejantan bisa mendapatkan zat-zat makanan dari alam, semisal dari sari-sari bunga.”
Menurut peneliti yang pernah mendapat beberapa penghargaan dari dalam dan luar negeri ini, 2-3 hari setelah menggigit, nyamuk akan bertelur. Lalu beberapa hari kemudian telur-telur itu akan menetas di air menjadi jentik-jentik halus. Dari jentik lalu berkembang menjadi kepompong, sampai akhirnya
2.apa itu lalat?
Musim hujan telah datang, bersamaan itu pula populasi lalat semakin meningkat. Di mana-mana, dimana ada makanan di situ pasti ada lalat mengerubungi. Sayangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan higienitas masih saja kurang. Masih banyak kita temui pedagang yang sengaja menjajakan makanan dalam keadaan terbuka lebar, membiarkan lalat mengerubungi dagangannya. Ada juga pedagang yang memasang obat nyamuk diantara gundukan kue-kuenya untuk mengusir lalat (apakah tidak terpikir bhwa racun dari obat nyamuk dapat mencemari makanan). Parahnya, para pembeli pun tampak cuek saja membeli makanan-makanan tersebut dan tidak merasa terganggu dengan kerumunan lalat yang sudah menjejakkan kakinya yang kotor dan meletakkan ”telur-telur”nya di atas makanan tersebut. Seandainya mereka mengenal betapa joroknya kehidupan si lalat, tentulah mereka sudah membuang makanan-makanan itu. Yuk mengenal lebih dekat tentang lalat, dan mari kita ceraikan mereka dari makanan kita…
3.apa itu semut?
Tahap pertumbuhan semut dimulai dari telur menjadi larva, pupa, kemudian semut dewasa. Seperti pada serangga-serangga predator yang telah disebutkan pada Bagian 1, bentuk larva semut (semut muda) sangat berbeda dengan semut dewasa atau induknya. Larvanya mempunyai kulit yang halus, putih seperti susu, tidak berkaki dan tidak bersayap.
Ratu semut meletakkan telur di dalam sarangnya. Telur itu sangat kecil dan berbentuk elips, berukuran kira-kira 0.5 mm x 1 mm. Telur menetas menjadi larva yang berukuran 5-10 kali lebih besar.
Bentuk larva dan telur sangat mirip, yaitu menyerupai ulat. Telur dan larva hanya dapat dibedakan dengan kaca pembesar. Pada larva sudah terbentuk mata dan mulut sedangkan pada telur kedua organ itu belum ada. Larva calon ratu berkembang dengan baik karena diberi makan secara khusus dan rutin oleh semut pekerja yang berukuran lebih kecil. Selama masa pertumbuhannya, larva mengalami beberapa kali ganti kulit, seperti ular. Setelah beberapa kali ganti kulit, maka larva berkembang menjadi pupa. Pupa menyerupai semut dewasa karena sudah mempunyai kaki, mata, mulut dan sayap1, tetapi warnanya masih putih dan tidak aktif . Selanjutnya, pupa akan menjadi semut dewasa yang berubah warna sesuai dengan kastanya.
pernah liat telur semut? banyak gk? buset deh....gk kehitung deh...
Share



Tidak ada komentar:
Posting Komentar